Adapun nilai impor Jawa Barat Januari-Mei 2026 mencapai USD 4,66 miliar atau turun 7,08 persen dibanding periode yang sama pada 2025. Impor nonmigas mencapai USD 4,39 miliar atau naik 1,07 persen sedangkan impor migas mencapai USD 262,21 juta atau turun 60,48 persen.
Nilai impor Jawa Barat Mei 2026 mencapai USD 0,98 miliar atau turun 4,94 persen dibanding impor Mei 2025. Impor nonmigas Mei 2026 mencapai USD 0,95 miliar atau naik 7,38 persen dibanding Mei 2025.
Baca Juga:
Surplus, Neraca Perdagangan Jabar Januari-Mei 2026 Sentuh USD11,31 Miliar
Dari sepuluh komoditas dengan nilai impor nonmigas terbesar Januari-Mei 2026, komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah Golongan Kendaraan dan Bagiannya sebesar USD 145,14 juta (42,40 persen). Sementara yang mengalami peningkatan terbesar adalah Golongan Mesin dan Perlengkapan Elektronik sebesar USD 108,64 juta (16,32 persen).
"Negara pemasok barang impor Nonmigas terbesar selama Januari-Mei 2026 ditempati oleh Tiongkok senilai USD 1,82 miliar (41,47 persen), disusul Korea sebesar USD 527,67 juta (12,00 persen), dan dari Jepang sebesar USD 518,81 Juta (11,80 persen)," kata Margaretha.
Nilai impor Januari-Mei 2026 menurut golongan penggunaan baik Barang Konsumsi, Bahan Baku/Penolong dan Barang Modal turun masing-masing sebesar 5,37 persen, 6,33 persen dan 13,68 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga:
Neraca Perdagangan RI Surplus USD 0,09 Miliar pada April 2026, Berlanjut 72 Bulan Berturut-turut
[Redaktur: Mega Puspita]